TipeKepribadian Koleris Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan chole. Dimana orang yang koleris adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti hidup penuh semangat, keras, hatinya mudah terbakar, daya juang besar, optimistis, garang, mudah marah, pengatur, pengua- sa, pendendam, dan serius.
satudiantaranya adalah kemampuan dalam mengajar. Peranan mengajar di kelas amat penting, karena kegiatan yang dilakukan oleh guru adalah mentransfer pengetahuan, keterampilan, dan nilai kepada peserta didik, sehingga hasil transformasi tersebut memiliki makna bagi peserta didik dalam mengembangkan diri dalam masyarakat (Israwati, 2014).
Makna2: Adalah yang sifatnya halus (latifah rabbaniyah), inilah hakikat manusia; yaitu diri manusia dan zatnya. Baca juga: Imam Al-Ghazali dan Tasawuf Dari kedua makna tersebut bisa kita simpulkan bahwa An-Nafs menurut Al-Ghazali adalah sesuatu yang maujud (ada) dalam arti bisa dipahami sebagai sesuatu yang berbentuk fisik materil melekat pada
ViewUlfi Latifah-Harmoni Kewajiban dan Hak KEWARGANEG 12 at Padang State University. Harmoni Kewajiban dan Hak Negara serta Warga Negara dalam Demokrasi (Tugas 4) A. yang melekat pada setiap diri manusia, yaitu hak atas hidup, hak kebebasan, dan hak milik. Coba Anda pelajari lebih jauh ihwal kontribusi John Locke
manusiadibekali oleh Alloh SWT berupa akal dan nurani untuk berfikir dan merasakan kehidupan didunia ini, lalu menggunakan untuk hal yang positif serta mengabdi dan bersyukur atas-NYA. sebagai kholifah di bumi manusia mempunyai tugas berat dalam kehidupannya, selain bertugas memimpin alam, manusia juga mempunyai tugas untuk memimpin dirinya sendiri, manusia
725 Kelemahan Dalam Diri Manusia Seseorang yang beriman sekali pun tentu. 7 25 kelemahan dalam diri manusia seseorang yang. School Politeknik STTT Bandung; Course Title KIMIA TEKS 123; Uploaded By MateMonkeyPerson2702. Pages 13 This preview shows page 7 -
Nafsumakna yang kedua ialah : suatu kejadian “ latifah rabbaniyah”sebagaimana uraian yang terdapat dalam definisi yang kedua pada ruh dan itu perkataan nafsu,ruh dan kalbu adalah tiga kata yang bisa dipakai pada satu hakikat yang sama pada kejadian manusia namun jauh berbeda dengan makhluk-makhluk seperti binatang.
7latifatul-kulujasad „latifah ini terletak pada ubun-ubun menyebar kesekujur penjuru badan kesemua aliran darah kita,,latifah ini dulunya juga jernih katika dizaman azali dan sewaktu masih bayi,namun karena lama didunia fana tempatnya dosa, maka menjadi gelap gulita berkumpulnya sifat-sifat lupa, kelalaian,goflah,kemalasan,,untuk membersihkan
AnNafs dalam kebanyakan terjemahan ke dalam bahasa Indonesia, diartikan dengan Jiwa atau diri. Padahal sesungguhnya An-Nafs ini menunjuk kepada dua maksud, yaitu : hawa nafsu dan hakikat dari manusia itu sendiri (diri manusia). 1. Hawa Nafsu Nafsu yang mengarah kepada sifat-sifat tercela pada manusia. Yang akan menyesatkan dan menjauh dari
meniupkanke dalam (tubuhnya) roh ciptaannya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”. Begitulah kekuasaan Allah S.W.T. yang menjadikan sesuatu kehendaknya dan meletakkan penyesuaian yang lengkap di antara manusia dan bumi dalam penciptaanNya dari segi fizikal.
Setiaporang dilahirkan merdeka, mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Tidak terkecuali seorang anak, dimana hak-hak yang melekat pada dirinya merupakan bagian dari hak asasi manusia. Sesuai dengan prinsip-prinsip yang dinyatakan dalam piagam PBB, hak anak berarti hak asasi untuk anak, yaitu merupakan pengakuan atas martabat yang melekat dan
01910.1001 - INBOX - 7 latifah dalam diri manusia - Abu Nabil - YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH ! X. 10. 1001 "INBOX - SEMOGA PEMBICARAAN KITA BERMANFAAT" 019.10.1001 - INBOX - 7 latifah dalam diri manusia - Abu Nabil - Percakapan dimulai hari ini, KAMIS TGL. 27 PEBRUARI 2014. SEMOGA BERMANFAAT. AMIIN !. Abu Nabil
Agarcinta tidak menjerumuskan kita ke dalam lubang kehinaan, ada baiknya kita mengambil hikmah dari sumber-sumber islam dan perkataan para ulama berikut ini. Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya.
Kembalilahkepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.”. Adapun sifa-sifat Nafsu Mutmainnah itu banyak sekali, diantaranya : 1. الجود Memberi (lomo). 2. التوكل Tawakkal (berserah diri kepada Alloh). 3. العبادة Ibadah (menghamba kepada alloh dengan ikhlas). 4. الشكر berSyukur (kepada Alloh).
Bagaimanacara terbaik untuk menemukan jati diri? Berhentilah mengejar validasi publik, sebab nilai dan jati diri Anda tidak dinilai dari seberapa banyak pujian yang Anda dapat dari orang lain. Saya memiliki sebuah ilustrasi yang bagus untuk orang yang tengah mencari jati dirinya, silahkan disimak: Sumber: Instagram.
fOhMNB. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bro dan LATHIFAH SIMPUL BATIN"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""7 titik batin yang kita sebut dengan lathifah, yaitu1. LATIFATUL QOLBY Di sini letaknya sifat-sifat syetan, iblis, kekufuran, kemusyrikan, ketahayulan dan lain-lain, letaknya dua jari dibawah susu sebelah kiri, Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya, Insya Allah pada tingkat ini diganti dengan Iman, Islam, Ihsan, Tauhid dan Ma’ LATIFATUL ROH Di sini letaknya sifat bahimiyah binatang jinak menuruti hawa nafsu, , letaknya dua jari dibawah susu sebelah kanan, Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah di isi dengan khusyu’ dan tawadhu’.-3. LATIFATUS SIRRI Di sini letaknya sifat-sifat syabiyah binatang buas yaitu sifat zalim atau aniaya, pemarah dan pendendam, , letaknya dua jari diatas susu sebelah kiri, Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah diganti dengan sifat kasih sayang dan ramah LATIFATUL KHAFI Di sini letaknya sifat-sifat pendengki, khianat dan sifat-sifat syaitoniyah, , letaknya dua jari diatas susu sebelah kanan, Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah diganti dengan sifat-sifat syukur LATIFATUL AKHFA Di sini letaknya sifat-sifat robbaniyah yaitu riya’, takabbur, ujub, suma’ dan lain-lain, , letaknya ditengah-tengah dada, Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah di ganti dengan sifat-sifat ikhlas, khusyu’,tadarru dan LATIFATUN NAFSUN NATIQO Di sini letaknya sifat-sifat nafsu amarrah banyak khayalan dan panjang angan-angan, , letaknya tepat diantara dua kening, Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah diganti dengan sifat-sifat tenteramdan pikiran LATIFAH KULLU JASAD Di sini letaknya sifat-sifat jahil “ghaflah” kebendaan dan kelalaian, , letaknya diseluruh tubuh mengendarai semua aliran darah kita yang letak titik pusatnya di tepat ditengah-tengah ubun-ubun kepala kita, Kitabuat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah diganti dengan sifat-sifat ilmu dan amal-MENGENAL LATHIFAH - LATHIFAH BATIN dalam THARIQAT SUFIAcuan dalam pengamalan tarekat bertumpu kepada tradisi dan akhlak nubuwah kenabian, dan mencakup secara esensial tentang jalan sufi dalam melewati maqomat dan ahwal tertentu. Setelah ia tersucikan jasmaniahnya, kemudian melangkah kepada aktivitas aktivitas, yang meliputiPERTAMA, tazkiyah an nafs atau pensucian jiwa, artinya mensucikan diri dari berbagai kecenderungan buruk, tercela, dan hewani serta menghiasinya dengan sifat sifat terpuji dan tashfiyah al qalb, pensucian kalbu. Ini berarti menghapus dari hati kecintaan akan kenikmatan duniawi yang sifatnya sementara dan kekhawatirannya atas kesedihan, serta memantapkan dalam tempatnya kecintaan kepada Allah takhalliyah as Sirr atau pengosongan jiwa dari segenap pikiran yang bakal mengalihkan perhatian dari dzikir atau ingat kepada tajalliyah ar Ruh atau pencerahan ruh, berarti mengisi ruh dengan cahaya Allah dan gelora = Merupakan unsur jasmaniah, berarti istana yang menunjukan betapa keunikan struktur tubuh = Latifah al-nafs sebagai unsur jiwaQALBUN = Latifah al-qalb sebagai unsur rohaniahFUADUN = Latifah al-ruh Unsur rohaniahSYAGAFUN = Latifah al-sirr unsur rohaniahLUBBUN = Latifah al-khafi unsur rohaniahSIRRUN = Latifah al-akhfa unsur rohaniah__Hal ini relevan dengan firman Allah SWT dalam hadist qudsi"AKU jadikan pada tubuh anak ADAM manusia itu QASRUN istana, di situ ada SADRUN dada, di dalam dada itu ada QALBU tempat bolak balik ingatan, di dalamnya ada lagi FU'AD jujur ingatannya, di dalamnya pula ada SYAGAF kerinduan, didalamnya lagi ada LUBBUN merasa terialu rindu, dan di dalam LUBBUN ada SIRRUN mesra, sedangkan di dalam SIRRUN ada "AKU".-AHMAD AL-SHIRHINDI dalam KHARISUDIN memaknai hadist qudsi di atas melalui sistem interiorisasi dalam diri manusia yang strukturnya yang dapat diperhatikan dalam gambar di dasarnya lathifah-lathifah tersebut berasal dari ALAM AMRI i perintah ALLAH "KUN FAYAKUN", yang artinya, "jadimaka jadilah" QS 36 82 merupakan AL-RUH yang bersifat immaterial. Semua yang berasal dari ALAM AL-KHALQI alam ciptaan bersifat material. Karena qudrat dan iradat ALLAH ketika ALLAH telah menjadikan badan jasmaniah manusia, selanjutnya ALLAH menitipkan kelima lathifah tersebut ke dalam badan jasmani manusia dengan keterikatan yang sangat kuat, -Lathifah-lathifah itulah yang mengendalikan kehidupan batiniah seseorang, maka tempatnya ada di dalam badan manusia. Lathifah ini pada tahapan selanjutnya merupakan istilah praktis yang berkonotasi lathifah AL-NAFSI sebagai tempatnya AL-NAFSI AL-AMARAH. LATHIFAH AL-QALBI sebagai tempatnya NAFSU AL-LAWAMAH . LATHIFAH AL-RUHI sebagai tempatnya AL-NAFSI AL-MULHIMMAH , dan seterusnya. Dengan kata lain bertempatnya lathifah yang bersifat immaterial ke dalam badan jasmani manusia adalah sepenuhnya karena kuasa ALLAH .-Lathifah sebagai kendaraan media bagi ruh bereksistensi dalam diri manusia yang bersifat BARZAKHIYAH keadaan antara kehidupan jasmaniah dan rohaniah.__Pada hakekatnya penciptaan ruh manusia lima lathifah, tidak melalui sistem evolusi. Ruh ditiupkan oleh Allah kedalam jasad manusia melalui proses. Ketika jasad NABI ADAM telah tercipta dengan sempurna, maka ALLAH memerintahkan ruh NYA untuk memasuki jasad NABI ADAM Maka dengan enggan ia menerima perintah tersebut. Ruh memasuki jasad dengan berat hati karena harus masuk ke tempat yang gelap. Akhirnya ruh mendapat sabda ALLAH "Jika seandainya kamu maumasuk dengan senang, maka kamu nanti juga akan keluar dengan mudah dan senang, tetapi bila kamu masuk dengan paksa, maka kamupun akan keluar dengan terpaksa". Ruh memasuki melalui ubun-ubun, kemudian turun sampai ke batas mata, selanjutnya sampai ke hidung, mulut, dan seterusnya sampai ke ujung jari kaki. Setiap anggota tubuh Adam yang dilalui ruhmenjadi hidup, bergerak, berucap, bersin dan memuji ALLAH . Dari proses inilah muncul sejarah mistis tentang karakter manusia,sejarah salat takbir, ruku dan sujud, dan tentang struktur ruhaniah manusia ruh, jiwa dan raga.Bahkan dalam al Qur'an tergambarkan ketika ruh sampai ke lutut, maka Adam sudah tergesa gesa ingin berdiri. Sebagaimana firman Allah "Manusia tercipta dalam ketergesa-gesaan" ada yg sampai pelajaran nya..
LETAK TUJUH MAQOM LATAIF DALAM DIRI1. LATIFAH QOLBILetaknya dua jari di bawah susu sebelah kiri , berhubungan dengan jantung nabi Adam alaihi salam. Cahayanya berwarna putih sini letaknya sifat-sifat syaitan, iblis, kekufuran, kemusyrikan, ketahayulan dan lain-lain, Maka berzikir padanya 5000 x sehari semalam. Jika ikhlas zikirnya maka Insya Allah Allah akan memasukkan padanya sifat sifat yang terpuji seperti Iman, Islam, Ihsan, Tauhid dan Ma’ LATIFAH RUHLetaknya dua jari dibawah susu sebelah nabi Isa Alaihi salam, Cahayanya berwarna hitam. Di sini letaknya sifat bahimiyah binatang jinak menuruti hawa nafsu, rakus ,tamak ,lomba serakah berzikir padanya 1000 x sehari semalam. Jika ikhlas zikirnya Insya Allah masuklah padanya sifat sifat yang terpuji seperti khusyu’ dan tawadhu’, rajin beribadah , LATIFAH SIRRLatifah sirr ini letaknya dua jari di atas susu sebelah nabi Ibrahim alaihi berwarna kuning Gilang gemilang .Disini letaknya sifat-sifat syabiyah binatang buas yaitu sifat zalim atau aniaya, pemarah dan berzikir padanya 1000 x sehari kita ikhlas dzikirnya Insya Allah diganti dengan sifat-sifat yang terpuji seperti pengasih ,dan penyayang, Ramah tamah, mahabbah LATIFAH KHOFFILetaknya dua jari di atas susu sebelah nabi Musa Alaihissalam. Cahayanya berwarna merah Gilang sini letaknya sifat-sifat pendengki, khianat dan sifat-sifat berzikir lah padanya 1000 x sehari semalam. Jika ikhlas zikirnya maka akan masuklah padanya sifat sifat yang terpuji yaitu selalu bersyukur dan sabar dan LATIFAH AKHFALetaknya di tengah tengah Nabi Muhammad Rasulullah berwarna hijau Gilang sini letaknya sifat-sifat tercela yaitu riya’, takabbur, ujub, suma’ khianat ,ghodop dan lain-lain. Maka berzikir lah padanya 1000 x sehari ikhlas zikirnya Insya Allah akan masuklah padanya sifat sifat yang terpuji seperti khusyu’, tawadhuk , tadarru dan LATIFAH NAFSAH / NAFSU NATIQOHLetaknya tepat ditengah tengah kedua nabi Nuh berwarna biru Gilang sini letaknya sifat-sifat tercela , yaitu pemarah, pembengis banyak khayalan dan panjang angan-angan. Suka menghayal berzikir lah padanya 1000 x sehari ikhlas zikirnya maka hilanglah sifat yang tercela itu dan masuklah padanya sifat yang terpuji yaitu tawadhuk tenteram dan pikiran LATIFAH KULLU JASADLetaknya diseluruh tubuh mulai dari urat aliran darah daging tulang buku dan nabi Khaidir berwarna pelangi Maqom ini letaknya sifat-sifat jahil “ghoflah” / lalai , cinta kebendaan , cinta jabatan dan cinta harta dunia dan berzikir lah padanya 1000 x padanya sehari dari ubun-ubun kepala kita sampai keseluruh iklash zikirnya Insya Allah akan masuklah padanya sifat yang terpuji Yaitu sifat-sifat yang terpuji seperti ilmu dan amal ,qona'ah ,ridho dan lain letak 7 Maqom lataif di dalam diri manusia. Sumber dari FB About roslanTv Tarekat Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.
Di dalam tubuh manusia ada tujuh tempat yang disebut Latifah sebagai tempat bersarangnya hawa nafsu yang harus dibersihkan dengan Asma Allah. Konsep tujuh latifah ini pertama kali di ajukan oleh Syekh Ahmad Naqsyabandi, seorang sufi pada abad ke 11. Ajarannya disebut tareqat Naqsyabandiyah. Tujuh Latifah tersebut adalah 1. Latifatul Qolbi Nafsu lawamah 1. Lupa mengingat allah 2. Suka mencela 3. Menuruti hawa nafsu 4. Makar/menipu 5. Membanggakan diri 6. Mengunjing 7. Riya/pamer 8. Aniaya/dhalim 9. Berbohong Latifatul Qolbi berhubungan dengan jantung jasmani, letaknya 2 jari di bawah susu kiri, tempat bersarangnya sifat-sifat kemusyrikan, kekafiran, ketahayulan dan sifat-sifat iblis, membersihkannya dengan cara dzikir Allah-Allah 5000 kali. Cahayanya berwarna kuning. 2. Latifatur Ruh Nafsu Mulhimah/Sawiyah 1. Dermawan 2. Tidak rakus 3. Lapang dada 4. Merendahkan hati 5. Bertaubat 6. Tahan uji 7. Tahan menderita Letaknya 2 jari di bawah susu kanan, tempat bersarangnya sifat Bahimiyah binatang jinak, membersihkannya dengan dzikir Allah-Allah 1000 kali. Cahayanya berwarna merah. 3. Latifatus Sirri Nafsu mutmainah 1. Tidak kikir 2. Tawakal 3. Ibadah dengan ikhlas 4. Syukur atas nikmat 5. Ridho 6. Takut maksiat Letaknya 2 jari di atas susu kiri, tempatnya sifat Syabiyah binatang buas, dholim, aniaya, pemarah, pendendam. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali. Cahayanya berwarna putih. Khofi Nafsu Mardiay/Rodhiyah 1. Baik budi pekerti 2. Meninggalkan selain Allah SWT 3. Belas kasihan kepada sesama makhluk 4. Selalu mengajak kepada kebaikan 5. Memaafkan kesalahan semua pihak 6. Sayang sesama makhluk hidup 7. Tahu diri Letaknya 2 jari dia tas susu kanan, dikendarai oleh limpa jasmani, tempat sifat dengki, khianat. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali. Berwarna Hitam. Akhfa Nafsu Mardliyyah 1. Ilmu yaqin 2. Ainul yaqin 3. Haqqul yakin Letaknya di tengah dada, berhubungan dengan empedu jasmani, tempat sifat Rabbaniyah, yaitu sifat ria, takabur, sombong, ujub, memamerkan kebaikan, akan tetapi disini juga merupakan tempat sifat ikhlas, khusu, tadaru dan tafakur. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali. Cahayanya berwarna hijau. 6. Latifatu Nafsun Natiqa Nafsu Amarah 1. Pelit/bakil/kikir 2. Serakah 3. Dengki/iri hati 4. Bodoh 5. Takabur 6. Syahwat melanggar syariat 7. Pemarah Letaknya diantara 2 kening, tempat nafsu amarah, nafsu yang mendorong untuk berbuat kejahatan. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali. 7. Latifatu Kullu Jasad Nafsu Kamilah Latifah yang mengendarai seluruh tubuh jasmani, tempat sifat jahil, ghaflah lalai. Pada tempat ini terdapat juga sifat Ilmu dan Amal. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali. Seiring dengan ihtiar pembersihan hati latifah akan semakin tumbuh dan berkembang. Latihan dan upaya untuk menumbuhkan latifah banyak dipelajari dan dikerjakan oleh para pengikut tareqat. Dan bisa dibaca dibanyak referensi. Intinya adalah berupaya untuk pertama, pensucian jiwa, artinya mensucikan diri dari berbagai kecenderungan buruk, tercela, dan hewani serta menghiasinya dengan sifat sifat terpuji dan malakuti; kedua, pensucian kalbu yang berarti menghapus dari hati kecintaan akan kenikmatan duniawi yang sifatnya sementara dan kekhawatirannya atas kesedihan, serta memantapkan dalam tempatnya kecintaan kepada Allah semata; ketiga, takhalliyah as Sirr atau pengosongan jiwa dari segenap pikiran yang bakal mengalihkan perhatian dari dzikir atau ingat kepada Allah; keempat, tajalliyah ar Ruh atau pencerahan ruh, berarti mengisi ruh dengan cahaya Allah dan gelora cintanya. Upaya ini tidaklah mudah memerlukan kesungguhan yang amat sangat, rutinitas dan waktu yang panjang. Aktivitas spiritual itu mengalir di dalam kerangka makna dan fungsi rahmatan lil 'alamin; Tradisi kenabian pada hakekatnya tidak lepas dari mission sacred, misi yang suci tentang kemanusiaan dan kealam semestaan untuk merefleksikan asma Allah.*
2. Tashfiyah al qalb, Pensucian Kalbu. Ini berarti menghapus dari hati kecintaan akan kenikmatan duniawi yang sifatnya sementara dan kekhawatirannya atas kesedihan, serta memantapkan dalam tempatnya kecintaan kepada Allah Takhalliyah as Sirr atau pengosongan jiwa dari segenap pikiran yang bakal mengalihkan perhatian dari dzikir atau ingat kepada Tajalliyah ar Ruh atau pencerahan ruh, berarti mengisi ruh dengan cahaya Allah dan gelora Latoif BatinQasrun = Merupakan unsur jasmaniah, berarti istana yang menunjukan betapa keunikan struktur tubuh manusia. Di sini letaknya sifat-sifat syetan, iblis, kekufuran, kemusyrikan, ketahayulan dan lain-lain, letaknya dua jari dibawah susu sebelah kiri, Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya, Insya Allah pada tingkat ini diganti dengan Iman, Islam, Ihsan, Tauhid dan Ma’ = Latifah al-nafs sebagai unsur sini letaknya sifat bahimiyah binatang jinak menuruti hawa nafsu, , letaknya dua jari dibawah susu sebelah kanan, Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah di isi dengan khusyu’ dan tawadhu’.Qalbun = Latifah al-qalb sebagai unsur rohaniah. Di sini letaknya sifat-sifat syabiyah binatang buas yaitu sifat zalim atau aniaya, pemarah dan pendendam, , letaknya dua jari diatas susu sebelah kiri, Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allahdiganti dengan sifat kasih sayang dan ramah = Latifah al-ruh Unsur rohaniah. Di sini letaknya sifat-sifat pendengki, khianat dan sifat-sifat syaitoniyah, letaknya dua jari diatas susu sebelah kanan, Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah diganti dengan sifat-sifat syukur dan = Latifah al-sirr unsur rohaniah. Di sini letaknya sifat-sifat robbaniyah yaitu riya’, takabbur, ujub, suma’ dan lain-lain, , letaknya ditengah-tengah dada, Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah diganti dengan sifat-sifat ikhlas, khusyu’, tadharru’ dan = Latifah al-khafi unsur rohaniah. Di sini letaknya sifat-sifat nafsu amarrah banyak khayalan dan panjang angan-angan, , letaknya tepat diantara dua kening, Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah diganti dengan sifat-sifat tenteram dan pikiran = Latifah al-akhfa unsur rohaniah. Di sini letaknya sifat-sifat jahil “ghaflah” kebendaan dan kelalaian, , letaknya diseluruh tubuh mengendarai semua aliran darah kita yang letak titik pusatnya di tepat ditengah-tengah ubun-ubun kepala kita, Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah diganti dengan sifat-sifat ilmu dan ini sangat cocok dengan firman Allah SWT dalam hadist qudsi "Aku jadikan pada tubuh anak Adam manusia itu qasrun istana, di situ ada sadrun dada, di dalam dada itu ada qalbu tempat bolak balik ingatan, di dalamnya ada lagi fu'ad jujur ingatannya, di dalamnya pula ada syagaf kerinduan, di dalamnya lagi ada lubbun merasa terialu rindu, dan di dalam lubbun ada sirrun mesra, sedangkan di dalam sirrun ada "Aku".Ahmad al-Shirhindi dalam Kharisudin memaknai hadist qudsi di atas melalui sistem interiorisasi dalam diri manusia yang strukturnya yang dapat diperhatikan dalam gambar di dasarnya lathifah-lathifah tersebut berasal dari alam amri perintah Allah كُن فَيَكُون "Kun fayakun", yang artinya, "jadi maka jadilah" QS 36 82 merupakan al-ruh yang bersifat immaterial. Semua yang berasal dari alam al-khalqi alam ciptaan bersifat material. Karena qudrat dan iradat Allah ketika Allah telah menjadikan badan jasmaniah manusia, selanjutnya Allah menitipkan kelima lathifah tersebut ke dalam badan jasmani manusia dengan keterikatan yang sangat itulah yang mengendalikan kehidupan batiniah seseorang, maka tempatnya ada di dalam badan manusia. Lathifah ini pada tahapan selanjutnya merupakan istilah praktis yang berkonotasi lathifah al-nafsi sebagai tempatnya al-nafsu al-amarah. Lathifah al-qalbi sebagai tempatnya nafsu al-lawamah. Lathifah al-Ruhi sebagai tempatnya al-nafsu al-mulhimmah, dan seterusnya. Dengan kata lain bertempatnya lathifah yang bersifat immaterial ke dalam badan jasmani manusia adalah sepenuhnya karena kuasa sebagai kendaraan media bagi ruh bereksistensi dalam diri manusia yang bersifat barzakhiyah keadaan antara kehidupan jasmaniah dan rohaniah. Pada hakekatnya penciptaan ruh manusia lima lathifah, tidak melalui sistem evolusi. Ruh ditiupkan oleh Allah ke dalam jasad manusia melalui proses. Ketika jasad Nabi Adam telah tercipta dengan sempurna, maka Allah memerintahkan ruh Nya untuk memasuki jasad Nabi Adam Maka dengan enggan ia menerima perintah tersebut. Ruh memasuki jasad dengan berat hati karena harus masuk ke tempat yang gelap. Akhirnya ruh mendapat sabda Allah "Jika seandainya kamu mau masuk dengan senang, maka kamu nanti juga akan keluar dengan mudah dan senang, tetapi bila kamu masuk dengan paksa, maka kamupun akan keluar dengan terpaksa". Ruh memasuki melalui ubun-ubun, kemudian turun sampai ke batas mata, selanjutnya sampai ke hidung, mulut, dan seterusnya sampai ke ujung jari kaki. Setiap anggota tubuh Adam yang dilalui ruh menjadi hidup, bergerak, berucap, bersin dan memuji Allah. Dari proses inilah muncul sejarah mistis tentang karakter manusia, sejarah salat takbir, ruku dan sujud, dan tentang struktur ruhaniah manusia ruh, jiwa dan raga.Bahkan dalam al Qur'an tergambarkan ketika ruh sampai ke lutut, maka Adam sudah tergesa gesa ingin berdiri. Sebagaimana firman Allah "Manusia tercipta dalam ketergesa-gesaan" proses penciptaan anak Adam pun juga demikian, proses bersatunya ruh ke dalam badan melalui tahapan. Ketika sperma berhasil bersatu dengan ovum dalam rahim seorang ibu, maka terjadilah zygot sel calon janin yang diploid . Ketika itulah Allah meniupkan sebagian ruhnya QS 23 9, yaitu ruh al-hayat. Pada tahapan selanjutnya Allah menambahkan ruhnya, yaitu ruh al-hayawan, maka jadilah ia potensi untuk bergerak dan berkembang, serta tumbuh yang memang sudah ada bersama dengan masuknya ruh tahapan selanjutnya adalah peniupan ruh yang terakhir, yaitu ketika proses penciptaan fisik manusia telah sempurna bahkan mungkin setelah lahir. Allah meniupkan ruh al-insan haqiqat Muhammadiyah. Maka dengan ini, manusia dapat merasa dan berpikir. Sehingga layak menerima taklif syari' kewajiban syari'at dari Allah dan menjadi khalifah tiga jenis ruh dan nafs yang ada dalam diri manusia, sebagai potensi yang menjadi sudut pandang dari fokus pembahasan lathifah kesadaran. Lima lathifah yang ada di dalam diri manusia itu adalah tingkatan kelembutan kesadaran manusia. Sehingga yang dibahas bukan hakikatnya, karena hakikat adalah urusan Tuhan QS 17 85, tetapi aktivitas dan al-qalb, bukan qalb jantung jasmaniah itu sendiri, tetapi suatu lathifah kelembutan, atau kesadaran yang bersifat rubbaniyah ketuhanan dan ruhaniah. Walaupun demikian, ia berada dalam qalb jantung manusia sebagai media bereksistensi. Menurut Al Ghazall, di dalam jantung itulah memancarnya ruh manusia itu. Lathifah inilah hakikatnya manusia. Ialah yang mengetahui, dia yang bertanggung jawab, dia yang akan disiksa dan diberi pahala. Lathifah ini pula yang dimaksudkan sabda Nabi "Sesungguhnya Allah tidak akan memandang rupa dan hartamu, tetapi ia memandang hatimu".Latifiah al-qalb bereksistensi di dalam jantung jasmani manusia, maka jantung fisik manusia ibaratnya sebagai pusat gelombang, sedangkan letak di bawah susu kiri jarak dua jari yang dinyatakan sebagai letaknya lathifah al-qalb adalah ibarat "channelnya". Jika seseorang ingin berhubungan dengan lathifah ini, maka ia harus berkonsentrasi pada tempat ini. Lathifah ini memiliki nur berwarna kuning yang tak terhinggakan di luar kemampuan indera fisik.Demikian juga dengan lathifah al-ruh, dia bukan ruh atau hakikat ruh itu sendiri. Tetapi lathifah al-ruh adalah suatu identitas yang lebih dalam dari lathifah al-qalb. Dia tidak dapat diketahui hakikatnya, tetapi dapat dirasakan adanya, dan diketahui gejala dan karakteristiknya. Lathifah ini terletak di bawah susu kanan jarak dua jari dan condong ke arah kanan. Warna cahayanya merah yang tak terhinggakan. Selain tempatnya sifat-sifat yang baik, dalam lathifah ini bersemayam sifat bahimiyah atau sifat binatang jinak. Dengan lathifah ini pula seorang salik akan merasakan fana al-sifat hanya sifat Allah saja yang kekal, dan tampak pada pandangan al-sirri merupakan lathifah yang paling dalam, terutama bagi para sufi besar terdahulu yang kebanyakan hanya menginformasikan tentang tiga lathifah manusia, yaitu qalb, ruh dan sirr. Sufi yang pertama kali mengungkap sistem interiorisasi lathifah manusia adalah Amir Ibn Usman Al Makki w. 904 M, yang menurutnya manusia terdiri dari empat lapisan kesadaran, yaitu raga, qalbu, ruh dan sirr. Dalam temuan Imam al Robbani al Mujaddid, lathifah ini belum merupakan latifiah yang terdalam. Ia masih berada di tengah tengah lathifah al ruhaniyat manusia. Tampaknya inilah sebabnya sehingga al Mujaddid dapat merasakan pengalaman spiritual yang lebih tinggi dari para sufi sebelumnya, seperti Abu Yazid al Bustami, al-Hallaj 309 H, dan Ibnu Arabi 637 H. Setelah ia mengalami "ittihad" dengan Tuhan, ia masih mengalami berbagai pengalaman ruhaniah, sehingga pada tataran tertinggi manusia ia merasakan sepenuhnya, bahwa abid dan ma'bud adalah berbeda, manusia adalah hamba, sedangkan Allah adalah yang diketahui dari lathifah ini adalah, ia memiliki nur yang berwarna putih berkilauan. Terletak di atas susu kiri jarak sekitar dua jari, berhubungan dengan hati jasmaniah hepar. Selain lathifah ini merupakan manifestasi sifat-sifat yang baik, ia juga merupakan sarangnya sifat sabbu’iyyah atau sifat binatang buas. Dengan lathifah ini seseorang salik akan dapat merasakan fana' fi al-dzat, dzat Allah saja yang tampak dalam pandangan al-khafi adalah lathifah al-robbaniah al-ruhaniah yang terletak lebih dalam dari lathifah al-sirri. Penggunaan istilah ini mengacu kepada hadis Nabi "Sebaik-baik dzikir adalah khafi dan sebaik baik rizki adalah yang mencukupi". Hakikatnya merupakan rahasia Ilahiyah. Tetapi bagi para sufi, keberadaanya merupakan kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Cahayanya berwarna hitam, letaknya berada di atas susu sebelah kanan jarak dua jari condong ke kanan, berhubungan dengan limpa jasmani. Selain sebagai realitas dari nafsu yang baik, dalam lathifah ini bersemayam sifat syaithoniyyah seperti hasad, kibir takabbur, sombong, khianat dan yang paling lembut dan paling dalam adalah lathifah al-akhfa. Tempatnya berada di tengah-tengah dada dan berhubungan dengan empedu jasmaniah manusia. Lathifah ini memiliki nur cahaya berwarna hijau yang tak terhinggakan. Dalam lathifah ini seseorang salik akan dapat merasakan'isyq kerinduan yang mendalam kepada Nabi Muhammad sehingga sering sering ruhaniah Nabi datang dengan pendapat al-Qusyairi yang menegaskan tentang tiga alat dalam tubuh manusia dalam upaya kontemplasi, yaituQalb yang berfungsi untuk mengetahui sifat-sifat berfungsi untuk mencintai Allah, danSirr berfungsi untuk melihat demikian proses ma'rifat kepada Allah menurut al Qusyairi dapat digambarkan sebagai berikut dibawah ini. Aktivitas spiritual itu mengalir di dalam kerangka makna dan fungsi rahmatan lil 'alamin; Tradisi kenabian pada hakekatnya tidak lepas dari mission sacred, misi yang suci tentang kemanusiaan dan kealam semestaan untuk merefleksikan asma Juga Biografi Syekhul Imam Al Ghozali Tokoh Sufi DuniaBiografi Pendiri Thoriqoh Qodiriyah seduniaJika ingin tau rasanya indahnya dan nikmatnya tinggal dirumah yang mewah, jangan hanya melihat dari kejauhan, setelah mendekat maka masuklah. Pasti engkau akan merasakan betapa indahnya dan nikmatnya tinggal dirumah artikel yang admin bagikan, Jika hanya membaca saja belum bisa memahami secara keseluruhan maka niscaya tidak akan mungkin bisa memahami apa itu arti dan nikmatnya Thoriqoh MAKA Masuklah pasti kamu akan memahaminya. Terimakasih , Wassalam ..... AndikaBM
7 latifah dalam diri manusia