Padahari raya Idul Adha ini, meski kita semua berada dalam kondisi dan situasi yang kurang mengenakkan karena pandemi, tapi dengan segala rasa syukur kepada Allah subhanahu wata'ala kita masih diberi kesehatan dan keselamatan, sehingga kita dapat berusaha menggunakan kesempatan ini untuk menunaikan kewajiban-kewajiban kita sebagai seorang Muslim.
Allahuakbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd. (artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi-Nya). Segala puji bagi Allah pemberi berbagai macam nikmat dan karunia.
Khutbahkedua: اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.
Videoini di rekam pada Tanggal:10-Juli-2022jam:07:52 am Lokasi:Masjid Taqwa gampong SeutuiPenceramah:Ustadz Drs.Ridwan Ibrahim S.pddipanggil: Ustadz RidwanB
Sayapanjatkan puji kepada Allah Yang Maha Suci atas karunia nikmat-Nya yang tidak terhingga dan tidak terbilang banyaknya. Saya panjatkan rasa syukur kepada-Nya, karena dengan syukur itu Allah akan menambah nikmat-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa.
Demikianlahkhutbah idul adha yang dapat kita petik dari perintah berkurban setiap tanggal 10 dzulhijah semoga kita yang belum bisa berkorban pada tahun ini bisa mengeluarkan kurban pada tahun mendang. KHUTBAH KEDUA IDUL ADHA. اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِيْدِ الْجَمِيْعِ وَاْلأَعْيَادِ، رَافِعِ
Tekstulisan hari raya idul adha 2022. Teks Khutbah Hari Raya AidiladhaHaji 2021. Selain 10 Muharram puasa juga masih dianjurkan pada hari-hari lain di bulan ini. Khutbah jumat sambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77 adalah isi khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Hari Raya Aidilfitri 2018 Syawal 1439H SeriesVideo 1 of
KumpulanKhutbah Idul Adha Terfavorit. Kumpulan Khutbah Idul Adha Terfavorit. Home; Khutbah | Kam, 31 Agu 2017; Khutbah Idul Adha: Meneguhkan Totalitas Kepatuhan kepada Allah melalui Kurban Khutbah Idul Adha: Tiga Pelajaran Utama Hari Raya Kurban. Khutbah | Jum, 9 Sep 2016; Khutbah Idul Adha: Spirit Berkurban dan Kepedulian Sosial
Contohkhutbah ke 2 (Dua) Idul adha اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.
Downloadcontoh Khutbah Hari Raya Idul Adha pada Masa Pandemi Covid-19 yang ditulis oleh DOktor Zainal Arifin MSI salah satu Dosen Pengajar di Uniersitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Fakultas Tarbiyah yang diberi judul Menggerakkan Semangat Berkurban dan Berbagi pada Masa Pandemi Covid-19. Teks Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa 2017
Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian." سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ "Yaitu kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim." كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ "Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik."
SaranTema Materi Khutbah Idul Adha Yang Bagus Untuk Disampaikan February 25, 2017 by Abdullah Istiqomah Materi khutbah idul adha - Dalam menyambut hari raya Idul Adha, sebagai seorang khotib tentunya akan mempersiapkan materi khutbah dengan sebaik mungkin agar semua jama'ah bisa mengambil hikmah dengan mudah dalam khutbah yang disampaikan.
KHUTBAHIDUL ADHA 1432; 683. KHUTBAH IDUL ADHA 1432. kita jadikan sebagai salah satu hari besar kemanusiaa n internasio nal yang harus diperingat i oleh manusia se-jagad raya. Oleh karena itu hari ini adalah momen yang tepat untuk mengenang perjuangan Nabi Allah Ibrahim as dan upayanya menemukan Allah swt.
Dalamkhutbah Jum'at sunnah hukumnya mendoakan pemimpin, Allahumma ashlih wulatil Muslimin. Ini yang diajarkan para ulama. Puasa Arafah hukumnya sunnah, shalat idul adha pun juga sunnah, tapi caci maki hukumnya haram. Jangan sampai kita semangat dalam perkara sunnah, tapi mengabaikan perkara yang wajib, yaitu menjaga kebersamaan dan silaturahmi.
DownloadKHUTBAH IDUL ADHA 1437 H/2016. Posted on September 11, 2016 September 12, 2016 by Ustadz Ibnu Masud. Khutbah pertama: Idul adha dikenal dengan sebutan "Hari Raya Haji", dimana kaum muslimin sedang menunaikan haji yg utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yg di sebut pakaian
xIEJtpo. Diposting Pada Kamis, 31 Agustus 2017 Khutbah Idul Adha 2017, Aktualisasi Esensi Ibadah Haji dan Qurban Dalam KehidupanAlhamdulillah, pagi ini kita dapat berkumpul menikmati indahnya matahari, sejuknya hawa pagi sembari mengumandangkan takbir mengagungkan Ilahi Rabbi, dirangkai dengan dua raka’at Idul Adha sebagai upaya mendekatkan diri kepada Yang Maha Suci. Marilah kita bersama-sama meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT dengan sepenuh hati. Kita niatkan hari ini sebagai langkah awal memulai perjalanan diri, mengarungi kehidupan seperti yang tercermin dalam keta’atan dan ketabahan Nabi Allah Ibrahim as menjalani cobaan dari Allah Yang Maha Tinggi. Jamaah Idul Adha Rohimakumullah ! Hari ini di Mina, 10 Dzulhijjah, para jamaah haji harus berjuang keras menempuh jalan hingga beberapa kilometer, melewati sejumlah terowongan yang penuh sesak oleh jamaah lain, dan harus berdesak-desakan dengan dua juta lebih jamaah dari berbagai bangsa. Menjaga kepala agar tidak tertimpa batu-batu jamarat yang beterbangan di atas kepala, menjaga kaki agar tidak terinjak oleh jutaan kaki yang terus bergerak, menjaga pakaian yang hanya boleh dililit kebadan agar tidak terlepas, sambil menggenggam 7 butir batu, hanya dengan satu maksud, melontar jumrah aqobah. Di Tanah Suci Mekkah umat Islam berkumpul untuk melaksanakan ibadah haji, mereka berdatangan dari segenap penjuru dunia untuk memenuhi panggilan Ilahi. Tidak semua mereka yang datang dari golongan kaya harta, bahkan banyak di antara mereka adalah rakyat biasa, tidak menunggu-nunggu sampai kaya atau berpangkat tinggi, maka untuk mencapai cita-cita hidup itu mereka bekerja keras, berhemat dan meyimpan sedikit demi sedikit, dan untuk cita-cita mulia itu pula mereka dengan rela hati harus menempuh segala macam kesulitan, rintangan dan halangan. Ibadah Haji adalah ibadah tertua dalam sejarah umat manusia, dan ka'bah adalah bangunan suci pertama dimuka bumi ini. Sesungguhnya rumah Allah SWT yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia, ialah Baitullah di Mekah yang diberkahi dan menjadi penunjuk bagi semua manusia QS. Ali Imran 96 Dalam satu riwayat disebutkan, ketika Adam diusir dari surga ke bumi, ada satu hal yang paling ia sedihkan, yaitu Adam tidak bisa lagi mengikuti ibadah para malaikat bertawaf mengeliingi Arasy, yakni singgasana Allah SWT, kemudian Adam dihibur dengan dibangunnya ka'bah sebagai Batullah, miniatur atau tiruan'Arasy di bumi. Lalu Adam diperintahkan Allah SWT bertawaf mengelilingi Ka'bah. Jadi thawaf adalah cara ibadah menirukan malaikat mengelilingi Arasy, dan ternyata seluruh makhluk makrokosmos di jagat raya juga melakukan tawaf. Misalnya bulan dan bumi bertawaf mengelilingi matahari, dan matahari beserta seluruh familinya juga bertawaf mengelilingi pusat galaksi Bimasakti. Mereka semua dengan setia menyembah kepada Allah SWT sebagaimana dalam firman-Nya Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah SWT bersujud apa yang ada di langit dan yang ada di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohon, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar dari pada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah SWT maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah SWT berbuat apa yang Dia kehendaki. QS. Al-Hajj 18. Jamaah Idul Adha Rohimakumullah ! Menunaikan ibadah haji adalah memenuhi panggilan ilahi. Hanya orang yang memiliki keimanan mendalam dan keinginan kuat yang akan menyambut panggilan Ilahi itu. Walaupun jauh dan berat, tidak mudah dan tidak murah, namun jutaan kaum beriman ikhlas menunaikan ibadah haji ke tanah suci, bahkan dengan harus menunggu belasan tahun untuk menunggu giliran pergi. Ini adalah pertanda keimanan hakiki dan keislaman sejati. Ibadah haji adalah ibadah yang luar biasa dan istimewa, hal ini disebabkan beberapa hal Pertama, Ibadah haji adalah ibadah yang paling jauh, tidak ada ibadah yang Allah perintahkan kepada umat Islam yang harus dikerjakan jauh dari tempat tinggal kita kecuali ibadah haji. Sholat cukup dikerjakan di Masjid, puasa bisa dikerjakan di rumah, zakat bila harta kita sudah sampai nisab, tapi ibadah haji harus dilaksanakan di Kota Suci Mekah. Mungkin diantara kita ada yang bertanya-tanya berapa jarak antara Indonesia ke Arab Saudi? Jarak Indonesia ke Arab Saudi yaitu km, jarak tersebut ditempuh selama 9 jam dengan menggunakan pesawat terbang. Kedua, Ibadah haji adalah ibadah yang paling besar biayanya, untuk musim haji tahun 2017 ini ongkos naik haji ONH ditetapkan oleh pemerintah sebesar 34 juta rupiah. Sementara bagi yang ingin mendaftar haji harus menyetor 25 juta per orang guna mendapatkan nomor porsi keberangkatan dan itu pun harus menunggu selama lebih kurang 17 tahun ke depan. Ketiga, Ibadah haji adalah ibadah yang paling beresiko. Betapa tidak, perjalanan menuju negeri orang, terbang selama 9 jam kemudian berdesak-desakan dengan jutaan jamaah haji dari berbagai belahan dunia, membuat ibadah haji menjadi perjalanan yang penuh risiko. Oleh karena itu, berangkat haji nilainya sama dengan perjalan fisabiilillah. Dari Aisyah ummul mukminin radhiyallahuanha, ia berkata, Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad? Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur, jawab Nabi SAW. HR. Bukhari no. 1520 Keempat, Ibadah haji adalah ibadah yang paling besar pula pahalanya. Allah SWT memberikan jaminan Surga bagi siapa saja yang mampu meraih haji yang mabrur. Sebagaimana terlukis dalam sabda Rasulullah SAW “Tiada balasan bagi haji yang mabrur kecuali surga” Jamaah Idul Adha Rohimakumullah ! Hari raya Idul Adha ditandai dengan peristiwa kemanusian dalam sejarah kehidupan manusia yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail, yaitu pengorbanan yang bermuara pada iman dan taqwa kepada Ilahi Rabbi, Allah semesta alam. Dengarlah dialog antara kedua anak manusia itu pada detik-detik terakhir menjelaskan mereka tiba pada kesepakatan besar itu; Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu! Ia menjawab Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. QS. Ash-Shaaffat 102. Tidakkah kita melihat betapa lbrahim memanggil anaknya dengan sebutan Bunayya; anakku tersayang? Tidakkah engkau melihat betapa Ibrahim bertanya kepada anaknya dengan hati- hati; Cobalah pertimbangkan! Bagaimanakah pendapatmu tentang itu? Tidakkah kita merasakan betapa Ibrahim menyembunyikan pergolakan besar yang berkecamuk di relung hatinya? Tapi lihatlah, betapa agungnya sang anak masih sanggup memanggil ayahnya dengan panggilan sayang; Wahal ayahku tersayang! Tapi alangkah agungnya sang anak ketika ia menjawab dengan tenang; Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu! Dan betapa tegarnya sang anak ketika ia mengatakan; “Niscaya kan kau dapati aku, Insya Allah, sebagai orang-orang yang sabar. ltulah momentum pengorbanan paling akbar dalam sejarah manusia. Dan itulah momentum kebesaran paling agung dalam sejarah manusia. Dr. Ali Syariati dalam bukunya Al-Hajj mengatakan bahwa Ismail adalah sekedar simbol. Simbol dari segala yang kita miliki dan cintai dalam hidup ini. Kalau Isma’ilnya nabi Ibrahim adalah putranya sendiri, lantas siapa Ismail kita? Bisa jadi diri kita sendiri, keluarga kita, anak dan istri kita, harta, pangkat dan jabatan kita. Yang jelas seluruh yang kita miliki bisa menjadi Ismail kita yang karenanya akan diuji dengan itu. Kecintaan kepada Ismail kita itulah yang kerap membuat iman kita goyah atau lemah untuk mendengar dan melaksanakan perintah Allah. Kecintaan kepada Ismail kita yang berlebihan juga akan membuat kita menjadi egois, mementingkan diri sendiri, dan serakah tidak mengenal batas kemanusiaan. Jamaah Idul Adha Rohimakumullah ! Bagi orang yang berkurban hendaknya menghadirkan niat di hatinya, bahwa ibadah kurban yang ia lakukan adalah perwujudan dari ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, menjauhkan diri dari bisikan-bisikan ingin dipuji sebagai dermawan atau sebagai orang yang mampu karena membeli hewan kurban yang termahal, lalu dikenal, naudzubillah. Dalam sebuah hadist Nabi SAW pernah berkisah kepada para sahabat, Dari Thariq bin Syihab, beliau menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, Ada seorang lelaki yang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada pula lelaki lain yang masuk neraka gara-gara lalat. Mereka para sahabat bertanya, Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah? Beliau menjawab, Ada dua orang lelaki yang melewati suatu kaum yang memiliki berhala. Tidak ada seorang pun yang diperbolehkan melewati daerah itu melainkan dia harus berkorban sesuatu untuk berhala tersebut. Mereka pun mengatakan kepada salah satu di antara dua lelaki itu, Berkorbanlah. Ia pun menjawab, Aku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan. Mereka mengatakan, Berkorbanlah, walaupun hanya dengan seekor lalat. Ia pun berkorban dengan seekor lalat, sehingga mereka pun memperbolehkan dia untuk lewat dan meneruskan perjalanan. Karena sebab itulah, ia masuk neraka. Mereka juga memerintahkan kepada orang yang satunya, Berkorbanlah. Ia menjawab, Tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah Azza wa Jalla. Akhirnya, mereka pun memenggal lehernya. Karena itulah, ia masuk surga. Dari kisah di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, kita harus mengikhlaskan ibadah kita semata-mata karena dan untuk Allah SWT, jangan kita niatkan ibadah kurban kita kepada selain-Nya. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. QS. Al-Hajj 37. Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan. Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada keengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yg menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan. Ditengah suatu masyarakat, ketika orang kaya hidup mewah diatas penderitaan orang-orang miskin, ketika anak-anak yatim dan mereka yang papa merintih dalam belenggu nasibnya, ketika para penguasa menggunakan kekuasaannya untuk kesejahteraan dirinya bukan untuk memberi kesejahteraan kepada rakyat miskin, ketika para penegak hukum memihak orang kaya dari pada kebenaran. Dalam kondisi inilah maka esensi perayaan Idul Qurban yang sesungguhnya perlu kita aktualisasikan dengan pembelaan kepada mereka yang kurang mampu secara ekonomi, pembelaan terhadap mereka yang mendapat perlakuan tidak adil secara hukum, pembelaan terhadap mereka yang tidak mendapatkan haknya. Marilah makna dan nilai Idul Adha tidak sebatas kita maknai dengan ritual berkorban kambing, kerbau, sapi, 1 tahun sekali, tetapi hendaknya memaknai bahwa semangat untuk memberi dan peduli kepada sesama harus selalu ada dalam jiwa umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Jamaah Idul Adha Rohimakumullah ! Demikianlah uraian khutbah ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga kita yang berada di tempat ini diberikan kesempatan oleh Allah untuk mengunjungi Tanah Suci. Begitu pula untuk saudara-saudara kita yang saat ini tengah berjuang menunaikan ibadah haji, semoga selalu diberikan kesehatan, ketabahan, dan keselamatan. Amien Ya Rabbal Alamin. Penulis Mushanef, Staf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sarolangun
Hajar Aswad. Foto Reasahalharmain Jakarta - Dalam khazanah Islam, Hajar Aswad bukan batu biasa yang berasal dari bumi. Diriwayatkan, hajar aswad dikirim dari surga oleh Malaikat Jibril. Semrawut dalam Pemberangkatan Haji, Kemenag Desak Saudia Airlines Diperiksa Kapan Idul Adha 2023? Ini Tanggal Muhammadiyah dan Jadwal Sidang Isbat Pemerintah Kisah Hajar Aswad Hilang 22 Tahun Akibat Tragedi Berdarah Qaramithah Semula, hajar aswad berwarna putih susu. Namun perlahan, batu tersebut menghitam sehingga kemudian disebut hajar aswad atau batu hitam. Dalam sejarah, hajar aswad pernah hilang dalam tragedi berdarah yang dilakukan oleh kelompok Qaramithah. Selama 22 tahun, Ka'bah tanpa hajar aswad. Artikel ini menuai perhatian pembaca kanal Islami bersama dua artikel lainnya, soal cuaca ekstrem dan penetapan Hari Idul Adha Ormas Islam Muhammadiyah. Selengkapnya, mari simak top 3 Islami. Simak Video Pilihan IniDetik-Detik Hujan Es dan Angin Kencang di Purwokerto Rusak Pusat Perbelanjaan dan Pasar Manis1. Cuaca Panas Ekstrem di Makkah, Jemaah Lansia Diimbau Tak Paksakan Diri BeribadahJemaah haji Indonesia sudah mulai berdatangan di Kota Makkah. Mereka disambut dengan cuaca panas yang mencapai suhu 30-45 derajat Celsius. FOTO; MCH PPIH ARAB SAUDI 2023Para jemaah haji lansia diminta untuk tak memaksakan diri beribadah di Tanah Suci. Sebab, kini cuaca di Madinah dan Makkah sedang panas, mencapai 43 derajat Celsius. Dalam kondisi cuaca panas ini, jemaah haji lansia dikhawatirkan terganggu kesehatannya jika memaksakan diri beribadah selayaknya jemaah haji yang berusia muda. Sebagai pihak yang bersinggungan langsung dengan jemaah, KBIHU diminta ikut mengedukasi jemaah agar tidak memaksakan diri dalam beribadah. “KBIHU sangat dekat dengan jemaah. Di tengah cuaca di Makkah yang demikian panas, serta jemaah lansia yang juga banyak, kami ajak KBIHU untuk mengedukasi jemaahnya agar tidak memaksakan diri dalam beribadah,” kata Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Daker Makkah Zulkarnain Nasution saat ditemui di kantor Daker Makkah, Rabu 7/6/2023. Menurutnya, Kementerian Agama yang tahun ini mengusung tagline Haji Ramah Lansia’ maka KBIHU juga harus memiliki komitmen dalam menyukseskan penyelenggaraan haji yang ramah lansia. Dukungan itu setidaknya bisa dilakukan dalam aspek layanan dan manasik. Selengkapnya simak di sini2. Kisah Hajar Aswad Hilang 22 Tahun Akibat Tragedi Berdarah QaramithahHajar Aswad. Foto ReasahalharmainHajar Aswad yang terletak di salah satu sisi Ka’bah dikatakan batu suci dari surga. Menciumnya adalah sunnah dan akan mendapatkan pahala. Sebab, dahulu Nabi Muhammad SAW pernah menciumnya. Batu berwarna hitam ini bagi umat Islam sangat istimewa, orang dari penjuru dunia berebut ingin mencium, atau hanya menyentuhnya saja. Batu ini ikon sakral bagi umat Islam. Jumlah orang yang ingin menyentuh dan menciumnya dalam satu tahun jutaan orang. Mereka berbondong-bondong ke kota suci Makkah, baik haji maupun umrah. Namun begitu, ternyata dalam catatan sejarah, pernah hilang dicuri segerombolan perampok dalam tragedi berdarah. Dilansir dari batu yang amat dimuliakan itu pernah dicuri oleh sekawanan perampok yang menyebabkan Ka’bah tanpa Hajar Aswad dalam waktu 22 tahun. Selengkapnya simak di sini3. Kapan Idul Adha 2023? Ini Tanggal Muhammadiyah dan Jadwal Sidang Isbat PemerintahIlustrasi - Bendera Muhammadiyah. Foto Hari Raya Idul Adha 2023 menjadi pertanyaan umum sebagian orang Islam akhir-akhir ini. Mengetahui waktu Idul Adha tahun ini sangat penting khususnya bagi mereka yang akan melaksanakan ibadah kurban. Idul Adha merupakan salah satu hari raya dalam agama Islam setelah Idul Fitri. Hari Raya Idul Adha setiap tahunnya jatuh pada 10 Dzulhijjah. Pada hari raya tersebut umat Islam disunnahkan sholat id dan menyembelih hewan kurban. Sholat Idul Adha dilaksanakan pada 10 Dzulhijjah pagi hari. Sedangkan waktu penyembelihan hewan kurban setelah sholat Idul Adha dan tiga hari tasyrik 11-13 Dzulhijjah. Kementerian Agama Kemenag Republik Indonesia belum menetapkan Hari Raya Idul Adha 2023 jatuh tanggal berapa dalam kalender Masehi. Jika mengacu pada kalender 2023, Hari Raya Idul Adha 1444 H jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023. Pun dengan SKB 3 menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama yang menuliskan tanggal 29 Juni 2023 sebagai Hari Raya Idul Adha. Selengkapnya simak di sini* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Khutbah Terbaru Idul Adha Hari Raya Haji 2017 Lengkap اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ، لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وِا ِللهِ الْحَمْدُ اَللهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا أَحْرَمُوْا مِنَ الْمِيْقَاتِ، وَكُلَّمَا لَبَّى الْمُلَبُّوْنَ وَزِيْدَ فِى الْحَسَنَاتِ، اَللهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا دَخَلُوْا فِجَاجَ مَكَّةَ آمِنِيْنَ، وَكُلَّمَا طَافُوْا بِالْبَيْتِ وَسَعَوْا بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ ذَاكِرِيْنَ مكَبِّرِيْنَ، اَللهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا وَقَفُوْا بَعَرَفَةِ خَاضِعِيْنَ مَخْبِتِيْنَ مِهَلِّلِيْنَ، اَللهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا وَقَفُوْا بَالْمَشْعَرِ الْحَرَامِ طَالِبِيْنَ رَاغِبِيْنَ، اَللهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا رَمَرْاالْجَمَرَاتِ مَكَبِّرِيْنَ، مُحَلَّقِى رُءُوْسَهُمْ وَمُقَصِّرِيْنَ. اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ، لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَا ِللهِ الْحَمْدُ اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ خَلَقَ آدَمَ بِيَدِهِ مِنْ صَلْصَالٍ كَاالْفَجَّارِ، وَأَسْجَدَلَهُ مَلاَئِكَتَهُ الْمُقَرَّبِيْنَ اْلأَطْهَارَ، فَسَجَدُوْا إِلاَّ إِبْلِيْسِ أَبَى فَبَاءَ وَالصَّغَارِ، مَعَحَ تَعَالَى ظَهْرَ آدَمَ بِيَدِهِ فَاسْتَخْرَجَ ذُرِّيَتَهُ كَالذُّرِّ وَنَفَّذَ فِيْهِمُ اْلأَقْدَارَ، قَبَضَ قَبْضَةً وَقَالَ هؤُلاَءِ إِلَى الْجَنَّةِ وَلاَ أُبَالِيْ، وَقَبَضَ قَبْضَةً فَقَالَ هؤُلاَءِ وَلاَ أُبَالِيْ إِلَى النَّارِ، لاَتَنْفَعُهُ طَاعَةُ الْمُطِيْعِ وَلاَ تَضُرُّهُ مَعْصِيَةُ الْعَاصِى، بَلْ هُوَالنَّافِعُ الضَّارُّ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ الْغَزَّارِ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ تَوْحِيْدَ مُقْتِنًا لِيَوْمِ الْحَاجَةِ وَاْلاِفْتِقَارِ مُظَاهِرًا عَلَيْهِ اللِّسَانُ وَلْجِنَانُ بِالسِّرِّ وَالْجِهَارِ، مَشْهُوْدًابِهِ لِرَبِّنَا كَمَاشَهِدَ بِهِ لِنَفْسِهِ وَشَهِدَتْ بِهِ مَلاَئِكَتَهُ وَأُوْلُوالْعِلْمِ مِنْ خَلْقِهِ لاَإِلهَ اِلاَّ هُوَالْعَزِيْزُ الْغَفَّارَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مَحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَنْ صَلَّى وَنَحَرَ وَحَجَّ وَاعْتَمَرَ وَجَاهَدَ الْمُنَافِقِيْنَ وَلْكُفَّارَ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ الْبَرَرَةِ اْلأَخْيَارِ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا Saudara-saudara kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia marilah kita senantiasa bertaqwa kepada allah dengan sebenar-benarnya taat menjalankan semua perintah allah dan berusaha menjauhi semua larangan larangannya,baik dalam keadaan susah atau gembira ,lapang atau dalam kesempitan,dan dalam keadaan ramai atu sepi ,sebab taqwa dalah kewajiban bagi setiap umat islam yang tak boleh di tunda-tunda ,melainkan harus di laksanakan seketika dan seterusnya selama kita masih hidup Saudara-saudara Kaum Muslimin Yang Berbahagia tadi malam ,semalam suntuk ketika semua telah mengumandangkan takbir ,tahmid dan tasbih,dalam menyongsong datangnya hari yang sangat mulia ,yaitu hari raya idul adha atau hari raya qurban .allah telah mengangkat dan mengagungkan hri raya idul adha ini dengan melahirkannya sebagai hari raya ibadah haji yang hari ini semua orang yang menjalankan ibadah haji berkumpul menjadi satu di tanah mina perlu menyempurnakan ibadah hajinya dan ber taqarub atau mendekatkan diri kepada allah dengan menyembelih binatang kurban serta mengeraskan suara seraya berdoa dan memuji kepada allah mereka menghidupkan sunah nabi ibrahim dengan menyembelih binatang kurban di hari yang suci dan mulia ini. sebagai mana kita ketahui bahwa di syariatkanya menyembelih qurban pada hari raya idul adha ini adalah untuk mengenang kembali peristiwa yang terjadi pada nabi ibrahim untuk mengetahui berapa tingkat keyakinan dan ke imanan nabi ibrahim,allah telah memberikan wahyu kepadanya agar menyembelih anaknya yang bernama nabi ismail putra yang sangat di sayanginya dan menjadi buah hati selama ini teryata harus di sembelih dengan tangannya sendiri betapa pilu rasa hatinya bila teringat perintah penyembelihan terhadap anaknya ini ,namun apa boleh dikata,kecintaan kepada allah tidak boleh di kalahkan dengan kecintaan kepada anak perintah allah untuk menyembelih anaknya harus di laksanakan meskipun dengan hati yang amat berat. ismail putranya lalu di panggil dan di beritahu mengenai perintah allah itu ternyata nabi ismail bukanya merasa susah dan khawatir melainkan justru bersemngat mendorong ayahnya yaitu nabi ibrahim untuk melaksanakan apa yang telah di perintahkan allah ,disini nabi ismail telah pasrah menyerahkan semua yang bakal terjadi atas dirinya kepada allah begitu pula nabi ibrahim pun akhirnya menjadi mantap dan ikhlas semurni-murninya melaksanakn perintah allah dengan menyembelih ismail putranya yang tercinta ,di mina. Allah berfrman dalam surat ash shaffaat ayat 102 ا بني إني ارى في المنام أني اذبحك فانظر ماذا ترى Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu. Maksudnya adalah Nabi Ibrahim meminta pendapat Nabi Ismail, bagaimana pendapat Nabi Ismail menyikapi mimpi tersebut. Mimpi seorang nabi adalah haq dan benar, apakah Nabi Ismail bisa bersabar atau ia meminta maaf sebelum dilaksanakan penyembelihan. Ini merupakan ujian yang diberikan dari Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail, apakah Nabi Ismail bisa taat dan tunduk ataukan sebaliknya. Nabi Ismail pun menjawab sesuai yang termaktub dalam Al-Qur’an Surat Ash-Shoffat penggalan ayat 102 يا أبت افعل ما تؤمر ستجدني ان شاء الله من الصابرين Wahai ayahku, lakukan apa yang diperintahkan kepadamu, Insya’allah engkau akan menemuiku termasuk orang-orang yang sabar Ketika Nabi Ibrahim mendengarnya, beliau menyadari bahwa Allah telah mengabulkan do’anya, sesuai yang termaktub dalam Surat Ash-Shoffat ayat 100 Saudara kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia Berkat keteguhan dan keiklasan nabi ibrahim di dalam melaksanakan perintah allah inilah maka pisau yang di gunakan menyembelih ini ternyata tidk mempan meskipun telah di lakukan berkali-kali lalu allah mengutus malikat jibril menggantikan ismail dengan domba dari surga domba itu lalu di sembelih dan di bagikan dagingnya kepada fakir miskin. oleh sebab itu mengambil ibarat dari peristiwa ini kaum muslimin di syariatkan untuk mengikuti jejak nabi ibrahim yang telah iklas lahir dan batin mengorbankan anaknya sehingga allah menggantinya dengan domba dari surga. Kini hari raya qurban telah tiba .maka bagi kaum muslimin yang telah kuasa menyembelih qurban hendaklah melaksanaknnya tanpa ragu-ragu sebagai usaha untuk bertaqarub atau mendekatkan diri kepada allah di samping itu dengan melaksanakan qurban ini kita bisa ikut membahagiakan kepada fakir miskin yang kehidupanya seba kekurangan setiap sudah barang tertentu hal ini akan memberi kesan yang baik kepada golongan fakir miskin sehingg hilanglah jurang pemisah antara si miskin dan sikaya yang akhirnya kedua golongan ini akan hidup berdampingan dengan penuh persaudaraan dan salingtolong menolong. didalam sebuah hadits yang bersumber dari ibnu abbas rasul telah bersabda Tidak ada amal dari keturunanan anak adam pada hari qurban yang lebih di senangi oleh allah daripada mengalirkan darah qurban karena sesungguhnya hewan yang dijadikan qurban itunpasti datang pada hari kiamat dalam keadaan sempurna dengan tanduk-tanduknya kuku-kunya dan bulu-bulunya dan sesungguhnya darah itu akan jatuh dari allah pada suatu tempat sebelum menetes ke bumi,maka bersihkannlah jiwa kalian dengan qurban. Yang dimaksud hadits di atas ialah amal yng apling di cintai allah pada hari qurban adalah menyembelih kurban .pahala kurban itu akan diterima allah sebelum darah kurban menetes pahala semulia itu bisa diperoleh jika kita mau melaksanakanya dan iklas ,tanpa di campuri dengan maksud-maksud lain kecuali hanya karena allah semata. Saudara Kaum Muslimin Yang Berbahagia Dalam kesempatan ini kami mengajak kepada semua kaum muslimin yang telah mampu kita laksanakan perintah allah ini dengan penuh hilangkan keraguan mengenai janji allah kepada orang yang mau berkurkan bahwa allah pasti bakal membalas yang lebih banyak dan lebih besar daripada apa yang telah kita kurbankan. Sekarang ini masih ada kesempatan untuk waktu menyembelih kurban adalah dimulai setelah selesai mengerjakan shalat hari raya idul adha hinga tiga hari sesudahnya yaitu sampai habisnya hari tasriq tanggal 13 dzulhijah maka marilah saudara kaum muslimin kita berkurban dengan menyembelih domba menurut kemampuan kita masing masing janganlah mengingkari perintah allah yang mulia kalau kita tidak ingin di cap sebagai orang bakhil orang yang hany a mementingkan kepentingan peribadi tanpa menghiraukan nasib saudara saudara kita yang miskin sedikit banyak daging kurban yang kita bagi bagikan kepada mereka akan memberi kelegaan hati mereka dan mengurangi beban mereka di dalam menyongsong hari raya daha yang mulia ini. Saudara Kaum Muslimin Yang Bahagia Kalau kita renungkan secara dalam dalam ternyata perintah berqurban ini mengandung suatu pelajaran bahwa untuk memperoleh keridoan dari allah itu perlu pengorbanan sebagai mana yang terjadi pada nabi ibrahim beliau memperoleh kedudukan begitu tinggi disisi allah lantaran beliau telah iklas mau mau mengorbankan anaknya yang bernama ismail dengan seekor domba dari surga. Begitu pula kalau kita mau memeperoleh keridoan allah menghasilkan cicta cita yang mulia dan memperoleh kejayaan sudah barang tentu harus berani berkorban mengorbankan harta tenaga pikiran waktu dan bahkan jiwa sekalipun Kita tidak mungkin bisa melaksanakan ibadah haji kalau kita tidak berani mengorbankan harta benda untuk perongkosan haji kita tidak mungkin dihormati oleh masarakat jika kita berani mengorbankan tenaga pikiran dan waktu untuk meladeni kebutuhan mereka seperti halnya yang telah banyak dilakukan oleh para ulama dan juga agama islam tidajnmungkin akan bisa jaya sampai sekarang kalau para pejuang dahulu tidak berani mengorbankan harta tenaga jiwa dalam memerangi orang kafir yang sombong Demikianlah khutbah idul adha yang dapat kita petik dari perintah berkurban setiap tanggal 10 dzulhijah semoga kita yang belum bisa berkorban pada tahun ini bisa mengeluarkan kurban pada tahun mendang KHUTBAH KEDUA IDUL ADHA اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِيْدِ الْجَمِيْعِ وَاْلأَعْيَادِ، رَافِعِ السَّموَاتِ بِغَيْرِ عَمَدِ تَرَوْنَهَا وَبَاسِطِ اْلأَرْضِ وَمُرْسِيْهَا بِاْلأَطْوَادِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ الَّتِىْ لاَيُحْصَى لَهَا تَعْدَادٌ وَأَشْكُرُهُ وَبِالشُّكْرِ تَحْلُوْالنِّعَمُ وَتَزْدَادُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً أُعِدُّهَا لَيَوْمِ التَّنَادِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْهَادِيْ إِلَى سَبِيْلِ الرَّشَادِ، الدَّاعِى إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيْرَةٍ حَتَّى دَانَتْ لِدَعْوَتِهِ الْعِبَادُ. اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ الْبَرَرَةِ اْلأَمْجَادِ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثْيْرًا. Pujian serta sanjungan hanya bagi Allah, yang telah meninggikan langit dan menghamparkan bumi serta mengukuhkannya dengan gunung-gunung yang dipancangkan. Saya panjatkan puji kepada Allah Yang Maha Suci atas karunia nikmat-Nya yang tidak terhingga dan tidak terbilang banyaknya. Saya panjatkan rasa syukur kepada-Nya, karena dengan syukur itu Allah akan menambah nikmat-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, yang menuntun jalan lurus dan menyeru kepada Allah dengan pendekatan yang baik dan bijak, sehingga beroleh sambutan dari hamba-hamba Allah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya yang baik dan mulia. Wahai hamba-hamba Allah, bertaqwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kebahagiaan itu bukan bagi orang yang menyambut hari raya dengan pakaian baru, berkendaraan mewah dan dilayani seorang hamba. Tetapi, kebahagiaan adalah bagi orang yang bertaqwa kepada Allah sepanjang hidupnya, sehingga memperoleh kebaikan di surga yang kenikmatannya tidak akan pernah sirna dan tidak dibatasi oleh waktu, dan selamat dari neraka yang sangat panas, makanannya berupa racun, minumannya darab berecampur nanah dan pakaiannya dari besi. Maka bertaqwalah kepada Allah, wahai hamba-hamba Allah, dengan melaksanakan perintah-perintahNya. Dirikanlah shalat, tunaikan zakat, kerjakan yang ma'ruf dan cegahlah kemungkaran, demikianlah yang semestinya dilakukan oleh seorang hamba. Ketahuilah bahwa Allah SWT memerintahkan kepada kamu dengan perintah yang harus dimulai diri sendiri, seraya berfirman إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا Artinya Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. QS. Al-Ahzab 56 Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, hamba dan Rasul-Mu dari Bani Hasyim yang jujur. Dan ridhailah ya Allah, empat orang khalifah yang paling patuh kepada-Mu yakni Abu Bakar, Umar, Usman, Ali dan sleuruh sahabat yang jujur dan menepati janji. Demikian pula para Tabi'in dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Demikian juga, kami bersama mereka mengharapkan rampunan-Mu, kemuliaan dari-Mu dan kebaikan-Mu, wahai Pemberi Pahala dan Pengampunan. Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimim, campakkanlah ahli syirik dan kemusyrikan, kekalkanlah para penegak agama Islam. Jadikanlah Negara ini aman dan tenteram, demikian pula seluruh negeri Islam. Ya Allah, tegakkanlah bendera jihad dan tenggelamkanlah ahli syirik dan perusak. Limpahkanlah seluruh rahmat-Mu kepada seluruh hamba, ya Allah Pemilik dunia dan akhirat sebagai tempat kembali. عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغَيْ، يَعظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَأَوْفُوْا بِعَهْدِاللهِ إِذَاعَاهَدْتُمْ، وَلاَتَنْقُضُوْا اْلأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا، وَقَدْجَعَلْتُمُ اللهَ عَلَيْكُمْ كَفِيْلاً، إِنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَاتَفْعَلُوْنَ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ الْجَلِيْلَ يَدْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نَعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَاتَصْنَعُوْنَ
- Contoh teks khutbah Jumat menjelang Idul Adha kali ini akan membahas tema "Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim".Umat Islam dianjurkan mengambil nilai-nilai teladan dari para nabi dan rasul. Menjelang Idul Adha, salah satu nabi yang dapat diteladani adalah Nabi Ibrahim As. Tidak hanya Nabi Ibrahim As, bahkan keluarganya meliputi Siti Hajar dan Nabi Ismail As, turun mendukung perintah dari Allah dan perilaku yang dapat diteladani dari keluarga Nabi Ibrahim seperti senantiasa patuh, ikhlas, hingga meninggalkan prasangka buruk. Khutbah Jumat Jelang Idul Adha Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim Bismillaahirrahmaanirrahiim..Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,لْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ وَعْيدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْاَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَAlhamdulillah. Kita dapat berkumpul hari ini, Jumat, 9 Juni 2023 dalam majelis salat dan khotbah Jumat yang insyaallah dipenuhi rahmat Allah dan salam Allah semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad Saw, sosok uswatun-hasanah yang membawa kita dari zaman kegelapan menuju masa yang terang kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,Khatib memulai khotbah memulai dengan berwasiat kepada diri sendiri maupun jemaah sekali untuk senantiasa bertakwa kepada Allah Swt. Sebab sebaik-baiknya orang beriman adalah mereka yang senantiasa bertakwa kepada Allah, menjalankan perintah dan menjauhi segala kesempatan ini, khatib akan menyampaikan khotbah seputar meneladani keluarga Nabi kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,Umat Islam kini telah memasuki akhir bulan Zulkaidah 2023, tinggal menunggu beberapa waktu lagi untuk menginjak bulan Zulhijah 1444 H. Di bulan Zulhijah, terdapat banyak amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan, salah satunya adalah adalah ibadah menyembelih hewan kurban yang memenuhi ketentuan tertentu pada Hari Raya Iduladha 10 Zulhijah dan hari-hari tasyrik 11, 12, dan 13 Zulhijah. Hukum pelaksanaan ibadah tersebut sunah muakadah, begitu dianjurkan ditunaikan umat Islam terutama yang memiliki kelapangan rezeki. Allah Swt. sebagaimana firman Allah Swt. dalam Surah Al-Kautsar ayat 1 – 3 sebagai berikutاِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖArab LatinnyaInnā aṭainākal-kauṡara. Faṣalli lirabbika wanḥar. Inna syāni'aka huwal-abtaru.Artinya“Sesungguhnya Kami telah memberimu [Nabi Muhammad] nikmat yang banyak. Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah! Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus [dari rahmat Allah],” QS. Al-Kautsar [108] 1-3.Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,Pensyariatan ibadah kurban tidak dapat dilepaskan dari contoh yang dilakukan keluarga Nabi Ibrahim. Sebenarnya tidak hanya ibadah kurban, banyak teladan dari keluarga Nabi Ibrahim yang dapat ditiru kaum Nabi Ibrahim As. pernah diperintahkan Allah Swt. untuk menempatkan istrinya, Siti Hajar bersama putranya, Nabi Ismail As. di sebuah lembah yang sunyi dan sepi. Nabi Ibrahim As. tidak mengetahui maksud wahyu Allah Swt. demikian, kepatuhan dan ketakwaan Nabi Ibrahim atas perintah Allah Swt. membuatnya rela berkorban menempatkan anak dan istrinya di sebuah lembah yang gersang dan tandus. Bahkan Siti Hajar mendukung wahyu yang diberikan kepada suaminya dengan ikhlas dan tawakal. Padahal Nabi Ismail As. waktu itu masih lembah yang dimaksud terletak di sebelah utara palestina sekitar 1600 Km. Peristiwa Nabi Ismail dan Siti Hajar di tempatkan di lembah termuat dalam firman Allah Swt. Surah Al-Ibrahim ayat 37 sebagai berikutرَبَّنَآ اِنِّيْٓ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَفْـِٕدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْٓ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَArab LatinnyaRabbanā innī askantu min żurriyyatī biwādin gairi żī zarin inda baitikal-muḥarrami, rabbanā liyuqīmuṣ-ṣalāta fajal af'idatam minan-nāsi tahwī ilaihim warzuqhum minaṡ-ṡamarāti laallahum yasykurūna.Artinya“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak ada tanamannya [dan berada] di sisi rumah-Mu [Baitullah] yang dihormati. Ya Tuhan kami, [demikian itu kami lakukan] agar mereka melaksanakan salat. Maka, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan anugerahilah mereka rezeki dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur,” Al-Ibrahim [14] 37.Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,Setelah ditempatkan di lembah, Siti Hajar suatu ketika kehabisan air minum hingga tidak dapat menyusui Nabi Ismail As. Demi mendapatkan air, Siti Hajar berlari-lari kecil Sa’i antara bukit Shafa dan Marwah. Allah Swt. kemudian mengurus Malaikat Jibril membuat mata air hanya menghilangkan dahaga Siti Hajar, mata air Zam-Zam membuat wilayah sekitar menjadi tidak gersang. Maka dari itu, lembah tandus berubah menjadi wilayah makmur yang mendorong para pedagang datang untuk membeli air ke Siti Hajar dan Nabi Ismail Nabi Ibrahim mendapatkan wahyu untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail As. Tidak menolakan sedikitpun, Nabi Ismail As. justru menyetujui perintah Allah Swt. supaya Nabi Ibrahim menyembelih tepat 10 Zulhijah sewaktu Nabi Ismail As. berusia 7 tahun ada yang berpendapat 13 tahun, Nabi Ibrahim menjalankan perintah Allah Swt. Berkat rahmat dan kasih sayang Allah SWT, Ismail tidak jadi Ibrahim hendak menyembelih putranya, Allah Swt. mengganti Ismail dengan seekor domba. Peristiwa Nabi Ibrahim menyembelih Ismail termuat dalam firman Allah SWT Surah As-Saffat ayat 102-107 sebagai berikutفَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَا ۚاِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍArab LatinnyaFalammā balaga maahus-saya qāla yā bunayya innī arā fil-manāmi annī ażbaḥuka fanẓur māżā tarā, qāla yā abatifal mā tu'maru, satajidunī in syā'allāhu minaṣ-ṣābirīna. Falammā aslamā wa tallahū lil-jabīni. Wa nādaināhu ay yā ibrāhīmu. Qad ṣaddaqtar-ru'yā, innā każālika najzil-muḥsinīna. Inna hāżā lahuwal-balā'ul-mubīnu. Wa fadaināhu biżibḥin aẓīmin.Artinya“Ketika anak itu sampai pada [umur] ia sanggup bekerja bersamanya, ia [Ibrahim] berkata, 'Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?' Dia [Ismail] menjawab, 'Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan [Allah] kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.'Ketika keduanya telah berserah diri dan dia [Ibrahim] meletakkan pelipis anaknya di atas gundukan [untuk melaksanakan perintah Allah], Kami memanggil dia, 'Wahai Ibrahim, sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Kami menebusnya dengan seekor [hewan] sembelihan yang besar,” QS. As-Saffat [37] 102-107.Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,Keluarga Nabi Ibrahim As. memberikan teladan kepada kita, bahwa Allah Swt. memberikan perintah tidak semata-mata untuk mencelakakan makhlukNya. Terdapat berbagai hikmah dibalik suatu kejadian yang menimpa kehidupan kita harus selalu ikhlas atas segala yang terjadi, sebab semuanya adalah milik Allah Swt. Kedua, sebagai seorang muslim sudah sepatutnya senantiasa bertakwa dan mematuhi segala perintah Allah khotbah seputar meneladani keluarga Nabi Ibrahim As. Semoga apa yang telah disampaikan memberikan kebermanfaatan bagi khatib maupun jemaah sekalian. Terlebih Allah Swt. menjadi rida atas segala amalan yang kita perbuat. Aamiin allahumma اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُKhutbah II إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الصَّادِقِ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ، وَعَلٰى إِخْوَانِهِ النَّبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَارْضَ اللهم عَنْ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَآلِ الْبَيْتِ الطَّاهِرِيْنَ، وَعَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الْأَئِمَّةِ الْمُهْتَدِيْنَ، أَبِيْ حَنِيْفَةَ وَمَالِكٍ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَعَنِ الْأَوْلِيَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَاتَّقُوْهُ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلٰى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَاتَّقُوْهُ يَجْعَلْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مَخْرَجًا، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. Baca juga Contoh Kata Pengantar Proposal Permintaan Hewan Qurban Idul Adha Kalender Islam Bulan Juni 2023 Kapan Lebaran Haji Idul Adha? Contoh Proposal Permohonan Hewan Qurban Idul Adha untuk Lembaga Daftar Hari Besar Juni 2023, Hari Lahir Pancasila - Idul Adha - Sosial Budaya Penulis Syamsul Dwi MaarifEditor Yulaika Ramadhani
khutbah hari raya idul adha 2017